Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Catatan Ibunda Legenda Catur India Vishy Anand

Vishy Anand

Sushila Viswanathan adalah ibunda legenda catur India GM Viswanathan Anand. Wafat pada 26 Mei 2015, Sushila meninggalkan seorang suami K. Viswanathan, satu putri dan dua anak laki-laki. Anand adalah anak paling kecil.

“Mother of Indian Chess. Jika dia tidak membuat langkah pertama dengan Vishy Anand, maka catur India tidak akan seperti sekarang,” tulis Asim Pereira, pencipta aplikasi Follow Chess di twitternya.

Untuk mengenang ibu hebat ini, mari sejenak kita nikmati cerita Sushila tentang masa kecil Anand hingga anak bungsunya ini berhasil meraih gelar juara dunia. 

Masa Kanak-Kanak Anand

Apa yang paling saya ingat tentang Anand sebagai seorang anak adalah bahwa dia sangat jujur, dia tidak pernah berbohong. Dia tidak pernah nakal. Tentu saja karena ada empat orang yang mengawasi dan menjaganya. Anand anak bungsu. Dia lahir 13 tahun setelah anak sulung saya dan 11 tahun setelah kakaknya.

Saya suka catur. Saya menggunakannya untuk bermain dengan anak sulung dan putri saya, tetapi Anand yang benar-benar berminat dan memasukkan permainan ini ke dalam hatinya. Dari sejak usia enam tahun, dia secara teratur bermain catur dengan saya.

Di Manila

Ketika Anand berusia sembilan tahun, suami saya ditugaskan ke Manila dan di sanalah permainan catur Anand berkembang. Di Filipina, ada sebuah program catur di televisi 1-2 jam setiap hari yang disebut “Chess Days”, yang menyiarkan analisis partai-partai catur tingkat GM dan IM.

Ketika program itu mengudara, Anand sedang berada di sekolah. Jadi tugas saya adalah menontonnya dan membuat catatan. Setelah pulang sekolah, saya lantas memberikan catatan itu kepadanya. Kadang-kadang, saya juga merekamnya.

Pada akhir setiap acara, akan ditampilkan kuis problem catur. Hobi favorit Anand adalah memecahkan problem itu dan mengirim jawabannya ke stasiun televisi.

Daftar para pemenang akan diumumkan pada episode berikutnya. Hadiah yang diberikan kepada pemenang biasanya buku tentang catur. Anand memenanginya secara teratur. Dia menambah koleksi buku caturnya dengan cara seperti itu.

Setelah beberapa lama hal ini berlangsung, direktur program acara itu berkata kepadanya, "Anand, kamu tidak harus selalu mengikuti kuis ini, kamu bisa datang dan memilih buku apa pun yang kamu inginkan dari koleksi kami!"

Itu adalah tahapan yang sangat penting dalam perkembangan caturnya. Pada saat itu, saya tidak memahami nilai buku catur. Saya hanya membelikan Anand ensiklopedia catur dan tidak pernah berpikir untuk membeli banyak buku catur. Tetapi untungnya, dia memenangkan semua buku-buku itu, dan dia dengan rajin membaca semuanya serta belajar dari situ.

Di Manila, ada turnamen catur setiap akhir pekan, dan saya akan membawanya ke tempat tersebut. Saya tidak ingat apakah dia pernah pulang dari salah satu turnamen tanpa memenangkan hadiah. 

Saat itu semua orang berkumpul untuk menyaksikan dia bermain. Mereka tertarik dengan gaya Anand, karena dia bermain sangat cepat. Anand selalu memperagakan catur menyerang sehingga dia menjadi sangat populer disana.

Saat itu, hanya ada satu Grandmaster di Asia yaitu Eugene Torre. Saudara Torre adalah seorang pelatih catur. Selain mengajar catur, dia juga menyelenggarakan turnamen catur untuk anak-anak . Dia pernah memberikan papan catur ukuran kecil kepada Anand dan berkata, "Kamu harus berlatih dengan ini."

Setelah itu, Anand sering menggunakannya. Ini adalah untuk pertama kalinya dia mempunyai papan catur kecil untuk digunakan berlatih. 

Saya masih menyimpannya sampai hari ini sebagai kenang-kenangan karena saya pikir itu adalah bagian dari dimulainya sejarah perjalanan caturnya. Papan catur kecil itu kini telah berusia 20 tahun dan warnanya telah memudar, tapi saya tidak ingin berpisah dengannya.

Keluarga kami kembali ke India pada tahun 1980 dan Anand mulai bermain di hampir semua turnamen. Dia tetap sekolah setiap hari, tetapi akhir pekan adalah hari eksklusif khusus untuk catur.

Ada satu tempat bermain catur di mana yang kalah harus memberikan tempat duduknya kepada pemain lain. Anand pergi ke sana di pagi hari, dan dia masih terus bermain sampai hampir malam. Sepanjang hari, ia mengalahkan satu demi satu lawannya, tanpa pernah bangkit dari tempat duduknya.

Saya adalah orang yang harus membawanya ke tempat itu, sehingga Anda dapat membayangkan penderitaan saya. Kami sampai di sana pagi hari, dan saya akan terus menunggu sampai malam untuk membawanya pulang kembali ke rumah. 

Kami sangat senang dengan pilihannya bermain catur tetapi hal ini tidak pernah membuat kami berpikir bahwa suatu hari dia akan menjadi pecatur profesional dan menjadi juara dunia.

Anand semampu mungkin akan mengikuti setiap turnamen. Kadang-kadang, dia disponsori oleh pemerintah dan kadang-kadang kami yang membiayainya. Saya yang mendampinginya pergi kemana-mana. 

Pada usia 17 tahun, Anand meraih norma GM pertamanya dan setelah itu saya mulai berhenti menemani dan hanya mengikuti setiap pertandingannya dari rumah dengan memberikan dukungan moral.

Selalu, setelah pertandingan, hal pertama yang dia lakukan adalah menelepon ke rumah dan memberitahu kami hasilnya. Bahkan ketika dia kalah, itu adalah hal pertama yang selalu dilakukannya. 

Salah satu hal yang baik tentang Anand adalah bahwa dia itu tidak meluapkan kegembiraannya ketika menang. Demikian juga saat kalah, ia tidak menyesalinya terlalu berlebihan.

Tahun 1987, Anand meraih gelar juara dunia junior. Kami tidak menemaninya ke Baguio City, Philippina, tempat turnamen berlangsung. Ketika dia menelepon dan mengabarkan kemenangannya, saya hanya mengatakan kepadanya, "Kamu akan menjadi juara dunia suatu hari, karena semua juara dunia junior nantinya akan menjadi juara dunia juga."

Dia hanya menjawab: "Ya, pasti Ma." Berkat kemenangannya ini, Viswanathan Anand berhak menyandang gelar GM dan menjadi orang India pertama yang pernah meraih gelar bergengsi itu.

Pada masa itu, dia tidak pernah bermain untuk mencari remis. Dia selalu bermain untuk menang atau kalah. Dia sangat membenci remis. Namun kemudian secara bertahap dia mulai berubah, belajar untuk menerima remis jika itu menentukan hasil akhir turnamen.

Tentu saja, kami masih membahas catur. Ketika menganalisis partainya, saya akan bertanya kepadanya mengapa dia membuat langkah seperti itu, dan Anand kemudian dengan sangat sabar menjelaskan pemikirannya secara detail.

Setelah menjadi seorang pecatur profesional, Anand memutuskan untuk menetap di Spanyol. Alasannya sederhana. Turnamen besar itu hanya ada di Eropa. Untuk berangkat dari sini biayanya akan sangat mahal dan juga sangat melelahkan. 

Setelah kejuaraan dunia melawan Kasparov pada tahun 1995 dan mendapatkan uang dari sana, Anand membeli sebuah rumah di Spanyol.

Dia memilih negara itu karena memiliki banyak teman di sana. Sejak itu, Anand tinggal di Spanyol. Dia pulang ke rumah sesekali, menghabiskan satu atau dua bulan, dan kembali lagi ke sana.

Anda memang tidak bisa mengharapkan anak-anak anda untuk tetap berada satu atap dengan anda. Mereka semua memiliki kehidupan sendiri. Ketika Anand pulang, dia menghabiskan berjam-jam mengobrol dengan ayahnya, membahas apa saja sambil menikmati hangatnya sinar matahari. 

Peran saya hanya sebagai pendengar, karena saya tidak terlalu tertarik pada politik, ekonomi dan hal-hal seperti itu.

Vishy Anand

Photo : Deccanchronicle

Tahun 2000, kami tidak ikut pergi ke Tehran, Iran, untuk menonton pertandingan perebutan gelar kejuaraan dunia. Sekarang internet sudah ada. Saya sudah bisa menontonnya melalui internet, dan berbicara dengan dia setelah pertandingan, jadi saya tidak merasa ada jarak sama sekali.

Saya tidak bisa mengatakan betapa bahagianya saya setelah Anand akhirnya menjadi juara dunia. Kami belum merayakannya. Belum. Kami masih menunggu Anand pulang di akhir pekan ini. Apa yang bisa kami lakukan sejauh ini adalah menjawab semua telepon masuk.

Kali ini, saya pikir dia bermain sangat baik, sangat percaya diri. Dalam beberapa bulan terakhir, Anand telah meningkat sangat pesat di permainan babak tengah dan babak akhir. Dia juga bekerja keras untuk memperbaiki pembukaannya.

Saya tidak berpikir bahwa itu adalah waktu yang lama untuk menunggu. Saya percaya bahwa ada waktu yang tepat untuk segala sesuatu dan kapan waktu yang tepat itu, akan datang dengan sendirinya.

Tetapi sejujurnya, saya melihat Anand telah berkembang sangat pesat sekarang. Saat ini, dia adalah pemain yang sangat lengkap dan benar-benar telah layak menyandang gelar juara dunia. 

Kami adalah orang-orang beragama, saya dan suami saya percaya bahwa selain kerja keras, Anda perlu meminta pertolongan Tuhan dan juga doa semua orang. Kami juga percaya pada takdir.

Akhir-akhir ini, dia juga banyak berolahraga yang telah membuatnya kuat secara fisik. Hal ini sangat dibutuhkan untuk menyeimbangkan kekuatan mentalnya dan secara keseluruhan, dia sangat stabil sebagai pemain yang telah membantunya memberikan hasil yang baik.

Aruna adalah pendamping yang mengagumkan. Dia mengurus wawancara, sesi tanya jawab, menjawab surat penggemarnya, semuanya, sehingga Anand hanya berkonsentrasi pada permainannya. Dukungan istrinya pasti menjadi salah satu faktor dalam memenangkan gelar itu.

Seperti saya katakan, kami sedang menunggu Anand pulang, untuk memulai perayaan. Tetapi saya benar-benar tidak tahu bagaimana cara kami nanti akan merayakannya. Dia adalah orang yang sangat tenang dan kalem, dia tidak suka pesta, bahkan dia tidak suka pergi keluar untuk makan malam.

Dia lebih senang menghabiskan waktunya di rumah, di lingkungan keluarganya. Hobi favorit kami adalah bermain kartu, terutama permainan remi yang menjadi permainan kegemarannya. Dan saya harus memberitahukan Anda, dia benci jika kalah bermain kartu.

Anda tahu, ketika dia bermain catur dia begitu tenang. Tetapi ketika dia bermain remi, dia benar-benar berbeda. Jika ia kalah dalam permainan catur, Anand akan menerimanya dengan tersenyum, tetapi ketika dia kehilangan kartu bagus saat bermain remi, Anda harus menyaksikan kekesalannya karena ia akan berteriak-teriak. Suami saya yang duduk menonton akan menertawai dia!

Ketika akhirnya dia menang, dia begitu penuh semangat dan bahagia. Saya tidak berpikir Anand pernah bereaksi seperti itu setelah menang bermain catur, bahkan tidak di kejuaraan dunia!

Jadi saya kira kami akan merayakannya dengan tinggal di rumah, mengobrol dan bermain kartu. Kami mempunyai makanan vegetarian yang sederhana dan itulah yang disukai Anand.

Saya memasak sendiri. Kami tidak memiliki juru masak karena suami saya dan anak-anak suka masakan saya. Tentu saja, berkat sering bepergian, Anand juga mulai menyukai makanan Thailand dan masakan China.

Setiap kali dia pulang, dia membawakan saya cokelat. Saya suka cokelat, terutama berbagai macam cokelat dengan isi kacang.

Dia juga membelikan saya parfum dan sejenisnya, tetapi saya tidak terlalu banyak menggunakannya. Anand sendiri adalah orang yang sederhana, dengan selera sederhana.

Saya membelikannya kemeja, kadang-kadang juga dasi. Tetapi sekarang, saya tidak tahu apa yang harus saya belikan untuknya. Anand telah memberikan kami gelar juara dunia. 

Itu adalah hadiah paling indah yang diberikan oleh seorang anak dan coba Anda beritahu saya, apa yang harus saya berikan kepada Anand sebagai balasannya?

Sumber: Vishawanathan Anand - The Complete Series
Penulis : Hasiholan Siregar

Post a comment for "Catatan Ibunda Legenda Catur India Vishy Anand"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Berlangganan via Email